Kendaraan dan Unsur Penting Kehidupan Manusia

Efek dari WFH (work from home) di bulan puasa adalah memaksa jam tidur saya bergeser. Yang semula sekitar jam dua pagi sampai selasai, bergeser ke jam tujuh pagi (sebab harus absen online dulu) sampai selesai untuk weekday, dan jam empat sampai selesai saat weekend. Saya termasuk orang yang bisa melihat sisi positif dari hal-hal kecil, termasuk pergeseran jam tidur ini, salah satunya dan yang paling penting adalah saya tidak pernah telat subuhan (salat subuh).

Rata-rata saya berhasil bangun pukul dua belas siang, kurang-lebih adzan zuhur. Tidak tahu mengapa, azan zuhur seperti alarm bagi saya untuk segera bangun. Tapi beberapa kali juga bablas sampai jam setengah dua. Setelah wudhu dan salat, kalau sedang rajin saya akan tadarus atau membaca buku, dan kalau sedang tidak dan memang lebih sering tidak rajin, saya akan tiduran sambi memutar lagu-lagu Pakdhe Didi Kempot, main pes, dan tidak ketinggalan, seperti kaum rebahan pada umumnya, scroll-scroll timeline twitter. Sampai tahu-tahu terdengar bunyi sirine yang menandakan waktunya berbuka.

Kurang lebih dua minggu melakukan hal yang sama membuat saya bosan. Akhirnya saya menambaahkan sepedaan di sore hari sebagai kegiatan tambahan. Selain untuk berolahraga, saya bersepeda untuk mencari makanan berbuka. Nah di sini lah ada hal yang sebenarnya biasa saja, dan mungkin kebanyakan orang juga sudah menyadarinya, tapi berhasil membuat saya merenung akan hal biasa saja ini.

Adalah sepeda motor, benda biasa saja yang menggelitik otak saya sore ini. Kendaraan paling banyak di jalanan.  Dari Honda BeAT sampai Ducati Monster. Menurut saya penggunaan sepeda motor terbagi menjadi tiga kategori, dan bisa saja dari tiga kategori itu saling berkelindan.
Pertama adalah orang yang bekerja dengan motor. Orang-orang ini menggunakan motornya untuk menghasilkan uang secara langsung atau dengan kata lain motor adalah alat utama mereka bekerja. Contoh yang biasa ketemui adalah tukang ojek, baik online, maupun pangkalan. Selain itu ada pengantar surat, paket, dan antar mengantar lainnya. Dan yang terakhir adalah pedagang-pedagang keliling yang menggunakan motor untuk berkeliling. Kebanyakan motor mereka adalah matic sejuta umat atau sekelasnya. Memang, beberapa ada yang menggunakan motor mahal luar biasa, tapi itu tidak banyak.

Kedua adalah orang yang naik motor untuk bekerja. Maksudnya adalah mereka menggunakan motor untuk menuju ke tempat mereka bekerja. Jadi kalaupun tidak ada motor sebenarnya mereka tetap bisa bekerja. Biasanya yang menduduki kategori ini adalah kelas karyawan yang menggunakan motor ke tempat mereka bekerja, entah itu di kantor, pabrik, atau kebun. Anak-anak sekolah dan kuliah bisa juga masuk dalam kategori ini. Di sini motorya sangat bervariasi, dari yang biasa saja sampai yang motor yang mahal pasti ada semua. Tergantung kantor atau pabrik di mana mereka bekerja dan tentu saja kantong orang tua untuk yang masih menjadi pelajar.

Ketiga adalah orang yang menggunakan motor untuk hobi. Mereka biasanya membuat komunitas berdasarkan merk motor dan wilayah mereka. Misal, Komunitas Vespa Pekalongan, Komunitas RX-King Pemalang, dan lain sebagainya. Kegiatan mereka biasanya kumpul-kumpul atau gathering, kemudian jalan-jalan atau touring, dan tentu saja even pameran di kota-kota tertentu. Setiap komunitas ini tentu punya cirihas masing-masing yang bisa kalian googling. Di sini biasanya orang-orangnya lebih telaten merawat motor, rela merogoh kocek lebih untuk mendandani motornya dengan onderdil atau aksesoris originalnya. Dan setiap koleksi biasanya mempunyai nilai dan prestige yang istimewa untuk masing-masing pemiliknya.

Ketiganya bisa berkelindan satu sama lain. Bisa jadi ada karyawan kantor yang nyambi ngojek online menggukan vespa classis. Bisa juga bos besar pemillik Harley Davidson yang bosan tidur-tiduran saja mendadak pingin jualan es cendol dengan motornya. Dan kemungkinan-kemungkinan lainnya.
Oiya sebenanrya ada satu kategori yang saya lupa masukan untuk kategori pertama atau ketiga, yaitu kaumnya Valentino Rossi dan kawan-kawan. Sebab saya bingung, mereka ini mencari uang dengan balapan, tapi kalaupun tidak balapan, mereka tetap dibayar. Masuk kategori hobi tapi tidak mengeluarkan kocek untuk mendandani motornya. Ya sudah mereka masuk kategori special professional motor. Hahaha.

Kendaraan lainnya seperti mobil, kuda, kapal, juga mempunyai kategori-kategori yang kurang lebih hampir sama dengan kategori motor di atas, termasuk special professional di masing-masing kendaraannya. Hanya kendaraan udara yang mungkin tidak bisa ikut serta semua kategori di atas. Sebab, saya belum menemukan pesawat atau helicopter balapan atau yang tiba-tiba mendarat di lapangan dan setelah pintu dibuka kemudian terdengar suara dari toa “tahu bulaaaaaat, digoreng dadakaaaan, lima ratusaaan”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa?

Raungan Ruangan