Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2020

Lalala Lilili

Nyaring suara telepon dari Dea membangunkanku lagi. Seperti sebelum-sebelumnya, aku kedinginan karena kipas angin yang masih berputar. Matahari sudah terbit, sinarnya melewati kisi-kisi di atas jendela. Kerongkongan terasa kering sekali dan saya suka saat membersihkan belek-belek di ujung-ujung mata, itu nikmat sekali. Sebenarnya aku masih bingung, dengan kebijakan yang diambil orang-orang berwenang. Aku rindu pahlawan kebajikan. Dia tidak pernah mengeluarkan kebijakan. Terkadang, dia cuma suka pamer. Tapi tidak apa-apa, daripada pamer ketololan yang sialnya berjilid-jilid. Aku siap-siap berangkat lagi, menuju antrean panjang untuk mati. Atau untuk hidup lagi? Terserah kalian percaya yang mana. lalala..lilili...

Kendaraan dan Unsur Penting Kehidupan Manusia

Efek dari WFH (work from home) di bulan puasa adalah memaksa jam tidur saya bergeser. Yang semula sekitar jam dua pagi sampai selasai, bergeser ke jam tujuh pagi (sebab harus absen online dulu) sampai selesai untuk weekday, dan jam empat sampai selesai saat weekend. Saya termasuk orang yang bisa melihat sisi positif dari hal-hal kecil, termasuk pergeseran jam tidur ini, salah satunya dan yang paling penting adalah saya tidak pernah telat subuhan (salat subuh). Rata-rata saya berhasil bangun pukul dua belas siang, kurang-lebih adzan zuhur. Tidak tahu mengapa, azan zuhur seperti alarm bagi saya untuk segera bangun. Tapi beberapa kali juga bablas sampai jam setengah dua. Setelah wudhu dan salat, kalau sedang rajin saya akan tadarus atau membaca buku, dan kalau sedang tidak dan memang lebih sering tidak rajin, saya akan tiduran sambi memutar lagu-lagu Pakdhe Didi Kempot, main pes, dan tidak ketinggalan, seperti kaum rebahan pada umumnya, scroll-scroll timeline twitter. Sampai tahu-ta...