Kenapa?
Dalam dua puluh empat jam terakhir Fina sudah menanyakan "kenapa" sebanyak lima kali. Kenapa...kenapa...kenapa...kenapa...kenapa. Kenapa yang pertama adalah bentuk ingin tahu dia tentang alasan di balik berhentinya jam dinding di dalam ruangan kerja kami. Aku jawab saja jam dindingnya sudah tidak nyaman berputar di ruang kerja ini. Kenapa yang kedua tentu muncul untuk mengejar jawaban kenapa yang pertama yang tidak memuaskan. Kenapa tidak nyaman? Hmm, mungkin jam dinding itu muak mendengarkan decitan dari printer tua yang sering macet. Ditambah Hafiz sering lupa mengisi ulang tinta. Sudah berisik hasil printnya pucat pasih. Tidak jelas. Kenapa yang ketiga kurang lebih sama, Fina masih belum bisa menerima penjelasanku. Aku melihat sekitar. Aku melambaikan tanganku memintanya untuk mendekat, kemudian berbisik padanya, "akan aku ceritakan, tapi ini rahasia?", dia langsung mengangguk, wajahnya makin antusias, "tenang saja aku biasa menjaga rahasia". Kemudia...