Postingan

Raungan Ruangan

jarum jam di ruangan kerja sudah berputar kembali galon air minum juga sudah terisi kembali tinta printer sudah diisi dengan penuh berkas-berkas sudah ditata, berdasarkan jenis dan tahunnya ada tambahan kotak mesin penghancur kertas, untuk menghancurkan berkas sudah tidak ada kaos kaki  bekas lagi, sudah dicuci terlihat lebih rapi, kalau rapi begini AC jadi terasa lebih dingin  

Kenapa?

Dalam dua puluh empat jam terakhir Fina sudah menanyakan "kenapa" sebanyak lima kali. Kenapa...kenapa...kenapa...kenapa...kenapa.  Kenapa yang pertama adalah bentuk ingin tahu dia tentang alasan di balik berhentinya jam dinding di dalam ruangan kerja kami. Aku jawab saja jam dindingnya sudah tidak nyaman berputar di ruang kerja ini.  Kenapa yang kedua tentu muncul untuk mengejar jawaban kenapa yang pertama yang tidak memuaskan. Kenapa tidak nyaman? Hmm, mungkin jam dinding itu muak mendengarkan decitan dari printer tua yang sering macet. Ditambah Hafiz sering lupa mengisi ulang tinta. Sudah berisik hasil printnya pucat pasih. Tidak jelas.  Kenapa yang ketiga kurang lebih sama, Fina masih belum bisa menerima penjelasanku. Aku melihat sekitar. Aku melambaikan tanganku memintanya untuk mendekat, kemudian berbisik padanya, "akan aku ceritakan, tapi ini rahasia?", dia langsung mengangguk, wajahnya makin antusias, "tenang saja aku biasa menjaga rahasia". Kemudia...

Aku Jalani Saja

 Aku melihat garis-garis tangan.  Aku melewati sungai-sungai.  Aku menyusuri jalan-jalan.  Banyak sekali cabangnya.  Aku perhatikan ataupun tidak.  Sama saja.  Aku tidak tahu ujungnya. Aku jalani saja.

Yang Dikatakan Nadin itu Benar, Orang Kaya Memang Baik

Orang-orang kaya biasanya tidak suka orang lain menjadi kaya. Apa sebab? Kalau orang-orang lain menjadi kaya, lalu bagaimana dia akan beramal? baik sekali bukan?  Orang-orang kaya ini sangat menyayangi orang miskin seperti pecinta burung menyayangi burungnya. Dikandang, diberi makan, dipamerkan, dan dilombakan. Mendengar burung berkicau kelaparan lantas memberinya makan adalah kebanggaan. "Burung harus bersuara lebih nyaring untuk dapat makan lebih banyak", kata orang kaya sambil bersiul melihat perlombaan burung. Orang kaya biasanya akan melakukan apa pun untuk mempertahankan kekayaannya  kesejahteraan orang miskin, termasuk membeli aturan-aturan yang dibuat penguasa. Tentu saja untuk menambah lapangan kerja, memutar roda ekonomi, dan hal-hal baik lainnya. Mereka benar-benar khaffah dalam memanfaatkan  memikirkan orang miskin. Orang-orang miskin yang menolak kebaikan orang kaya seperti menolak hutan dialihkan kebun sawit, menolak reklamasi, menolak tambang pabrik semen, ...

Waton Pingin bin Instan

Melihat tayangan di yutub mojok.co antara Mas Puthut Ea dengan Joko Pinurbo membuatku ingin menulis puisi. Rasa ingin menulis puisi semakin terbakar setelah mendengar tentang Beni Satryo dan puisinya dalam obrolan mereka. Malam ini kutekadkan untuk menulis puisi, pokoknya saya harus bisa menulis puisi yang dahsyat seperti idolaku baginda Beni. Tetapi, apa daya yang posting adalah paragraf ini. *) Sering terjadi

Lalala Lilili

Nyaring suara telepon dari Dea membangunkanku lagi. Seperti sebelum-sebelumnya, aku kedinginan karena kipas angin yang masih berputar. Matahari sudah terbit, sinarnya melewati kisi-kisi di atas jendela. Kerongkongan terasa kering sekali dan saya suka saat membersihkan belek-belek di ujung-ujung mata, itu nikmat sekali. Sebenarnya aku masih bingung, dengan kebijakan yang diambil orang-orang berwenang. Aku rindu pahlawan kebajikan. Dia tidak pernah mengeluarkan kebijakan. Terkadang, dia cuma suka pamer. Tapi tidak apa-apa, daripada pamer ketololan yang sialnya berjilid-jilid. Aku siap-siap berangkat lagi, menuju antrean panjang untuk mati. Atau untuk hidup lagi? Terserah kalian percaya yang mana. lalala..lilili...